Nur Fawaid
SMKN 2 DEMAK
Translate
Sabtu, 10 Januari 2015
efi(electronic fuel injection)
CARA MEMERIKSA SISTEM BAHAN BAKAR (FUEL SYSTEM) PADA MOBIL EFI
TANGKI BAHAN BAKAR (FUEL TANK)
Unit Pemeriksaan :
Periksa tangki bahan bakar dari keretakan dan kebocoran. Jika pada tangki bahan bakar atau komponennya terdapat kerusakan, maka perbaiki tangki bahan bakar atau jika kerusakannya terlalu parah atau banyak maka ganti tangki bahan bakar dengan yang baru.
Periksa saluran bahan bakar dari kerusakan dan kebocoran. Jika pada saluran bahan bakar terdapat kerusakan sebaiknya diganti saluran bahan bakar tersebut dengan yang baru.
Periksa apakah saluran dan penutup bahan bakar telah terpasang dengan benar. Jika tutup saluran bahan bakar belum terpasang dengan benar, maka buka kembali tutup saluran bahan bakar kemudian pasang kembali tutup tersebut dengan benar.
Periksa apakah ada kerusakan di penutup tangki dan gasket. Jika penutup tangki dan gasket terdapat kerusakan maka gantilah dengan yang baru.
POMPA BAHAN BAKAR (FUEL PUMP)
Pemeriksaan :
Removal
Lepaskan kabel dari terminal negatif baterai.
Lepaskan tangki bahan bakar, jangan menyalakan korek api disaat sedang melakukan perbaiki pada sistem bahan bakar.
Lepaskan pompa bahan bakar.
Pemasangan :
Pasang pompa bahan bakar baru ke tangki baha bakar dengan gasket interposed baru.
Kencangkan baut pengikatnya.
Pasang tangki bahan bakar dan komponen yang terkait.
MEMERIKSA SALURAN BAHAN BAKAR
Periksa secara visual saluran bahan bakar dan selang-selangnya dan dari retak, patah, bocor atau rusak. Jika terdapat keretakan/kerusakan, perbaiki atau ganti.
Periksa hubungan saluran-saluran bahan bakar dari kendor atau bocor. Jika terdapat sambungan yang kendor atau bocor, perbaiki atau ganti.
Pastikan kunci kontak dalam posisi "OFF"
Lepaskan tutup kotak relay pada ruangan mesin.
Lepaskan relay fuel pump dari relay Box. Lihat buku panduan. Hindari debu, air dan sebagainya agar tidak masuk kedalam socket, masuknya debu, air atau kontaminasi terhadap socket terminal relay fuel pump dapat menyebabkan fuel pump tidak berfungsi, atau akan timbul masalah lain, juga mengakibatkan lemahnya insulator pada tiap-tiap terminal.
Hubungkan terminal 1 dan 2 relay fuel pump pada kotak relay. Jangan merubah atau merusak terminal selama menghubungkan. Jangan pernah menghubungkan terminal kecuali sesuai dengan spesifikasi. Pengabaian pada masalah ini dapat mengakibatkan masalah yang serius. Hindari debu, air dan sebagainya agar tidak masuk kedalam relay box, masuknya debu, air atau kontaminasi terhadap socket terminal relay fuel pump dapat menyebabkan fuel pump tidak berfungsi atau timbul masalah lain, juga lemahnya insulator pada tiap-tiap terminal.
Posisikan kunci komtak pada posisi "ON"
Pastikan tidak ada kebocoran pada saluran-saluran bahan bakar.
Posisikan kunci kontak pada posisi "OFF"
Lepaskan kabel dari terminal relay fuel pump pada relay block. Jangan merubah atau merusak terminal selama pemeriksaan atau perbaikan. Jangan pernah menghubungkan terminal kecuali sesuai dengan spesifikasi. Pengabaian pada masalah ini dapat mengakibatkan masalah yang serius. Hindari debu, air dan sebagainya agar tidak masuk kedalam relay box. masuknya debu, air atau kontaminasi terhadap socket terminal relay fuel pump dapat menyebabkan fuel pump tidak berfungsi atau masalah lain, juga lemahnya insulator pada tiap-tiap terminal.
Pasangkan relay fuel pump pada relay box.
Pasangkan tutup relay box.
MENGGANTI FUEL FILTE
Minggu, 14 Desember 2014
Engine Tune Up Konvensional
LANGKAH KERJA TUNE UP
1. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder
- Pasang Fender-Sheet-Grill-Steering-Floor Cover
- Vresneling harus netral (nol) dan Hand rem di pasang
- Kendaraan di hidupkan dahulu sebelum melakukan penyetelan
2. Prosedur tune up mesin
a. Pemeriksaan air pendingin mesin
Kalau tinggi air kurang atau di bawah tanda LOW, tambahkan air hingga mencapai tanda FULL.
Hasil pemeriksaan:………………………. Kesimpulan:………………………………
Hasil pemeriksaan:………………………Kesimpulan:……………………………….
Gantilah air pendingin jika sudah terlalu kotor.
Hasil pemeriksaan:……………………….
Kesimpulan:………………………………
Tekanan pembukaan standar :
0,75 – 1,05 kg/cm² (10,7 – 14,9 psi)
Tekanan pembukaan minimum :
0,6 kg/cm2 (8,5 psi)
Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.
Hasil pemeriksaan:……………………….
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan oli mesin
Periksa dari keadaan yang memburuk, mengandung air, berubah warna atau encer. Jika kualitasnya buruk maka gantilah oli mesin
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
2) Memeriksa tinggi permukaan oli mesin
Jika terlalu rendah, periksa apakah ada kebocoran. Tambahkan oli mesin hingga tanda “F”.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan elemen saringan udara
2) Lihat/periksa apakah elemen saringan udara terlalu kotor, rusak atau basah terkena oli. Bila perlu gantilah elemen saringan udara.
Hasil pemeriksaan:…………………………
Kesimpulan:……………………………………………………………………………………..
3) Bersihkan elemen saringan udara dengan kompressor.
Tekanan udara kompresor tidak lebih dari 4.0 Kg/cm2.
Gantilah elemen saringan udara kalau sudah terlalu kotor
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
.……………………………………………………….
4) Pasang elemen saringan udara kedalam rumah saringan
5) Kunci pengunci (klip) tutup saringan udara.
- Pemeriksaan kabel busi dan distributor
1) Secara visual periksa kabel-kabel busi dari kelonggaran sambungan-sambungannya, keadaannya memburuk, retak atau kerusakan lainnya.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
2) Periksa tahanan kabel busi
Kabel busi no 1 :………………………
Kabel busi no 2 :………………………
Kabel busi no 3 :………………………
Kabel busi no 4 :………………………
Kabel tegangan tinggi :………………
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan baterai
1) Periksa keadaan kontak baterai dari kerusakan dan keretakan
Apabila terminal baterai berkarat, bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas halus
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:……………………………
Kalau tinggi permukaan elektrolit baterai pada sel dibawah garis “LOWER”, tambahkan dengan air suling sampai garis “UPPER”
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
3) Periksa berat jenis elektrolit baterai
Dengan hydrometer, ukur berat jenis elektrolit baterai pada tiap-tiap sel. Spesifikasi berat jenis. (keadaan terisi penuh pada suhu 200C = 1,25 atau lebih)
BJ terukur :
Sel no 1 :…………. Sel no 4 :………..
Sel no 2 :……….. Sel no 5 :………..
Sel no 3 :……….. Sel no 6 :………..
Pengukuran Celcius: Berat jenis elektrolit pada temperatur 20 0 C :
S20 (0 C) = St + 0,0007 x (t – 20) Sel no 1 :…………………………………………….
Sel no 2 :……………………………………………
Dimana: Sel no 3 :……………………………………………
- St = BJ terukur Sel no 4 :……………………………………………
- t = Temperatur Sel no 5 :……………………………………………
Sel no 6 :……………………………………………
Kesimpulan : ……………………………………………………………………………………..
4) Ventilasi tutup sel baterai
Disemprot dengan kompresor sampai lubang tidak tersumbat.
- Pemeriksaan busi
1) Pemeriksaan elektroda busi
- Ukur tahanan isolator busi dengan pengukur tahanan isolator busi. Minimum tahanan isolator : 15 M Ohm, kurang dari 15 M Ohm, ganti.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
- Kalau pengukur tahanan isolator busi tidak ada
1) Start mesin pengukur dan panaskan mesin
2) Hidupkan mesin pada 4000 rpm (±5 detik)
3) Lepaskan busi dan pemeriksa secara visual
Busi kering : berarti baik
Busi basah : bersihkan dengan spark plug cleaner
KERING BASAH
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
4) Pemeriksaan celah elektroda busi
Ukur celah elektroda busi dengan feeler gauge
Celah elektroda busi:
NIPPONDENSO : 0.7 – 0.8 mm
N G K : 0.8 – 0.9 mm
Stel celah busi dengan cara membengkokkan bagian dasar elektroda negatif.
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
5) Membersihkan busi
Menggunakan spark plug cleaner.
Tekanan udara : tidak lebih dari 6Kg/cm2
Lama pembersihan : kurang dari 20 detik
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
6) Memasang busi-busi
Pasang busi-busi dan kencangkan sesuai dengan momen spesifikasi :
1.5 – 2.2 kgf.m
7) Hubungkan kabel busi ke busi
- Pemeriksaan tali kipas
1) Lihat/periksa tali kipas secara visual dari retak atau sobek. Bila perlu gantilah tali kipas.
2) Ukurlah defleksi (ketegangan) tali kipas. Jika dibagian tengah antara alternator dengan pompa air ditekan dengan gaya 10 Kg (22 lb)
Spesifikasi tegangan tali kipas :
Tali kipas baru : 3,5 – 5,5 mm (ditekan 10 kg)
Tali kipas lama : 4,5 – 6,5 mm (ditekan 10 kg)
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan kekencangan baut kepala silinder dan manifold
Intake Manifold : 1,5 – 2,2 kgf/m
Exhaust Manifold : 3,0 – 4,5 kgf/m
Kepala silinder : 5.0 – 6,0 kgf/m
urutan pengencangan baut lihat gambar.
- Pemeriksaan dan penyetelan katup
2) Lepaskan penutup kepala silinder dan mulailah menyetel celah katup
3) Piston No.1 di set pada titik mati atas pada akhir langkah kompresi dengan cara:
a) Tepatkan tanda titik pada flywheel dengan tanda timing pada plat mesin.
b) Periksa apakah rocker arm silinder No.1 bebas. Cocokan tabel dibawah ini, periksa dan setel celah katup menggunakan feeler gauge. Tanda “O” menunjukkan katup-katup yang dapat distel.
c) Putar poros engkol 360 derajat, lakukan penyetelan katup yang belum distel
Spesifikasi : IN : 0,20 mm EX : 0,30 mm
| No.silinderKeadaan rocker arm |
1
|
2
|
3
|
4
| |
| Jika rocker arm silinder no.1 bebas :Piston silinder no.1 pada TMA akhir langkah kompresi | IN |
O
|
O
| ||
| EX |
O
|
O
| |||
| Jika rocker arm silinder no.4 bebas :Piston silinder no.4 pada TMA akhir langkah kompresi | IN |
O
|
O
| ||
| EX |
O
|
O
|
| Silinder 1 | Silinder 2 | Silinder 3 | Silinder 4 | |
| IN | ||||
| EX |
Kesimpulan :………………………………………………………………………………………………
4) Memasang penutup kepala silinder
a) Hapuslah oli dari permukaan gasket penutup kepala silinder.
b) Periksa gasket penutup kepala silinder. Ganti gasket jika diperlukan.
Hasil pemeriksaan : ………………………………….
Kesimpulan : ………………………………………………………………………………………….
c) Periksa karet penyekat (grommet) tabung busi dari kerusakan. Ganti karet penyekat jika perlu.
Hasil pemeriksaan : ………………………………….
Kesimpulan : ………………………………………………………………………………………….
d) Pasang gasket kepala silinder diatas kepala silinder, berilah Threee Bond 1104 pada empat tempat diatas kepala silinder
e) Pasang penutup kepala silinder pada kepala silinder.
f) Kencangkan baut-baut kepala silinder.
Momen pengencangan : 0,3 – 0,5 kgf.m
g) Kencangkan baut pengikat tutup timing belt.
Momen pengencangan : 0,2 – 0,4 kgf.m
h) Pasangkan kabel busi, selang PCV, selang pengisian oli, klem selang radiator ke penutup kepala silinder.
i) Start mesin dan pastikan bahwa mesin tidak ada gangguan, misalnya oli bocor.
- Pemeriksaan distributor
1) Periksa permukaan titik kontak platina
a) Lepaskan kabel-kabel busi dan tutup distributor
b) Lepaskan tutup distributor
c) Lepaskan rotor
d) Periksa permukaan titik kontak platina. Pastikan bahwa permukaan platina tidak berlebihan atau rusak.
Hasil pemeriksaan:……………………
Kesimpulan:……………………………
- Kondisi baik b. Terbakar, perlu diganti
2) Memeriksa dweel angle
Rangkai dan bacalah dweel angle Dweel Angle : spesifikasi : 520
Hasil :………………………
Kesimpulan:………………
.………………..………………
3) Periksa vacuum advancer
a) Lepaskan selang vacuum dari vacuum advancer
b) Berilah tekanan negatif lebih dari 150 mmHg dan perika kerja vacuum advancer, kalau vacuum advancer tidak bekerja, perbaiki atau ganti.
c) Hubungkan kembali selang vacuum ke vacuum advancer.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
4) Periksa governor advancer
a) Pasang rotor ke distributor
b) Putar rotor berlawanan dengan putaran jarum jam kemudian bebaskan. Pastikan bahwa rotor dapat berputar kembali ke posisi semula dengan baik. Seandainya rotor tidak dapat berputar kembali, perbaiki atau ganti rotor.
c) Periksa kelonggaran rotor.
Perbaiki atau ganti rotor jika kelongggaran terlalu besar
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
5) Periksa tutup distributor
Periksa tutup distributor dari keretakan. Periksa juga karbon elektroda tengah terhadap kerusakan atau keausan dan sebagainya. Bila di jumpai kerusakan gantilah tutup distributor.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
6) Periksa rotor
Periksa apakah rotor menunjukkan tanda-tanda keausan, korosi, retak dibagian yang kontak dengan karbon dan elektroda. Jika dijumpai kerusakan, gantilah rotor.
Hasil pemeriksaan : ……………………………
Kesimpulan : ……………………………………..
7) Pasang rotor ke distributor
8) Pasang tutup distributor
9) Hubungkan kabel-kabel busi ke tutup distributor.
- Mengganti platina
1) Lepaskan tutup distributor
Biarkan kebel-kabel busi terpasang pada tutup distributor
2) Lepaskan rotor
3) Melepas platina
- Lepaskan terminal kabel platina
- Lepaskan sekrup pengikat platina dan lepaskan platina
4) Memasang platina
a) Bersihkan permukaan platina yang baru dengan kain yang dibasahi larutan pembersih, kemudian keringkan.
b) Berilah gemuk tahan panas pada bagian fiber platina.
c) Pasang platina ke plat dasar platina bersama dengan kabel platina, sementara kencangkan sekrup pengikatnya.
d) Hubungkan kabel platina ke terminal dan kencangkan murnya.
5) Penyetelan celah platina
a) Putar poros engkol sampai posisi cam distributor seperti terlihat pada gambar
b) Stel celah platina sedemikina rupa agar celah platina sesuai dengan spesifikasi. Celah platina : 0,45 mm
6) Pasang rotor ke poros distributor
7) Pasang tutup distributor
8) Periksa dan stel dweel angle
a) Hubungkan dweel tester. Dweel angle : 520.
Hasil : …………………………
Kesimpulan : ………………
.…………………………………..
.…………………………………..
b) Kecilkan celah platina jika kurang dari spesifikasi.
c) Lebarkan celah platina jika lebih besar dari spesifikasi.
9) Lakukan penyetelan saat pengapian
- Memeriksa dan menyetel saat pengapian
1) Panaskan mesin
2) Hubungkan timing light ke kabel busi silinder No.1
3) Hubungakan tachometer ke distributor.
4) Lepaskan selang vacuun advancer di bagian sub.diaphragm dan sumbat selang vacuum yang dilepas.
5) Set putaran mesin pada putaran 1000 rpm serta stabil. Jika putaran melebihi 1000 rpm dan tidak stabil, setel putaran mesin hingga putaran idle.
6) Dengan timing light, periksa apakah tanda saat pengapian pada flywheel cocok dengan tanda penunjuk pada plat belakang.
7) Jika saat pengapian tidak tepat, stel dengan cara merubah posisi distributor.
Momen pengencangan baut pengikat distributor :
1,5 – 2,2 kgf.m
.
.
Langganan:
Komentar (Atom)